DESAIN SISTEM
Rabu, 18 Januari 2017
USE CASE DIAGRAM: TES KEPRIBADIAN UQUIZ ONLINE
Tes kepribadian anak (www.uquiz.com) atau quiz introduction dimana
test ini berdasarkan buku parenting yang berjudul Personality for Parents by Florence J. Dengan mengetahui
kepribadian anak, orang tua dapat lebih mudah menentukan cara pengasuhan yang
tepat sesuai karakter anak tersebut. Test ini memiliki sistem yang membuat
pengguna atau user menjawab sebuah
pertanyaan yang ditampilkan oleh sistem dengan memilih jawaban tersebut di
kolom yang tersedia. Terdapat 11 macam pertanyaan yang memiliki makna yang
berbeda-beda dan memberikan kesimpulan akhir dari semua pilihan jawaban yang
dipilih tersebut.

Kamis, 05 Mei 2016
PSIKOTERAPI
Psikoterapi
adalah usaha atau proses penyembuhan untuk masalah yang berkaitan dengan jiwa. Tergantung
dari kepribadian masing-masing dan latar belakang yang menyebabkan timbulnya
masalah, maka berbagai jenis psikoterapi yang ditawarkan, adalah sebagai berikut:
a.
Psikoterapi Suportif
Jenis
psikoterapi ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan, semangat dan motivasi
agar penderita tidak merasa putus asa dan semangat juangnya (fighting spirit)
dalam menghadapi hidup ini tidak kendur dan menurun.
b.
Psikoterapi Re-edukatif
Jenis
psikoterapi ini dimaksudkan untuk memberikan pendidikan ulang yang maksudnya
memperbaiki kesalahan pendidikan di waktu lalu dan juga pendidikan ini
dimaksudkan mengubah pola pendidikan lama dengan yang baru sehingga penderita
lebih adaptif terhadap dunia luar.
c.
Psikoterapi Re-konstruktif
Jenis psikoterpi ini dimaksudkan untuk memperbaiki
kembali keperibadian yang telah retak menjadi keperibadian utuh seperti semula
sebelum sakit.
d.
Psikoterapi Kognitif
Jenis
psikoterapi ini dimaksudkan untuk memulihkan kembali fungsi kognitif (daya
pikir dan daya ingat) rasional sehingga penderita mampu membedakan nilai-nilai
moral etika, mana yang baik dan buruk dan lain sebagainya.
e.
Psikoterapi Psikodinamika
Jenis
psikoterapi ini dimaksudkan untuk menganalisa dan menguraikan proses dinamika
kejiwaan yang dapat menjelaskan seseorang jatuh sakit dan upaya mencari jalan
keluarnya. Dengan psikoterapi ini diharapkan penderita dapat memahami kelebihan
dan kelemahan dirinya dan mampu menggunakan mekanisme pertahanan diri dengan
baik.
f.
Psikoterapi Perilaku
Jenis
psikoterapi ini dimaksudkan untuk memulihkan gangguan perilaku yang terganggu
(maladaptif) menjadi perilaku yang adaftif (mampu menyesuaikan diri). Kemampuan
adaptasi penderita perlu dipulihkan agar penderita mampu berfungsi kembali
secara wajar dalam kehidupan sehari-hari baik di rumah, di lingkungan sosial.
g.
Psikoterapi Keluarga
Jenis
psikoterapi ini dimaksudkan untuk memulihkan hubungan penderita dengan keluarganya.
Dengan terapi ini dimaksudkan untuk memperbaiki
hubungan kekeluargaan, agar faktor keluarga tidak lagi menjadi faktor penyebab
dan faktor keluarga dapat dijadikan sebagai faktor pendukung bagi pemulihan
klien yang bersangkutan. Dengan demikian pada terapi ini tidak hanya ditujukan
kepada klien yang bersangkutan saja, tetapi juga terhadap anggota keluarga
lainnya.
Sumber :
- http://madanionline.org/berbagai-macam-psikoterapi-versi-prof-dadang-hawari/
- http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/40371/4/Chapter%20II.pdf
- http://psikiatri.forumid.net/t223-jenis-jenis-gangguan-kepribadian-dan-psikoterapi
Jumat, 15 Januari 2016
TUGAS PSIKOLOGI MANAJEMEN
ANALISIS
BERRYBENKA.COM
NAMA : ALFIYANI CAHYA FITRI
NPM :
10513663
KELAS : 3PA09
1. Sejarah Terbentuknya
Situs yang pada
awalnya hanya menyediakan produk fashion untuk wanita ini kini
juga menyediakan pilihan produk fashion untuk pria. Berbeda
dengan situs-situs yang telah disebutkan sebelumnya, BerryBenka lebih
memilih untuk bermitra dengan produsen lokal dan independen daripada merek yang
lebih terkenal, sehingga situs ini memiliki sebuah katalog yang unik
dibandingkan dengan beberapa para pesaing mereka. Visi berrybenka.com adalah menjadi fashion
e-commerce nomor satu di Indonesia.
Salah satu pemain papan atas di pasar online fashion retail tanah
air adalah Berrybenka. Berbeda dengan Zalora yang didanai oleh Rocket Internet
(inkubatorstartup asal Jerman), Berrybenka benar-benar murni lahir
dari anak bangsa sendiri. Menariknya, meskipun dikenal sebagai toko online yang
menjual busana dan produk untuk kaum hawa, Berrybenka dikomandani oleh seorang
pria, yaitu Jason Lamuda. “Sebenarnya Berrybenka didirikan pada tahun 2012 oleh
Claudia Widjaja dan Yenti Elizabeth, sebelum saya masuk dan memegang
kepemimpinan pada Mei 2012. Situs ini baru diluncurkan perdana pada Maret 2013
dengan wajah dan tampilan baru, dengantagline ‘Fashion is Just a
Click Away’,” kisah Jason.
Jason sendiri bukan nama asing di dunia e-commerce Indonesia.
Sebelum berkiprah di Berrybenka, ia bersama Ferry Tenka pernah membangun situs
daily deals Disdus pada akhir 2010, yang kemudian diakuisisi oleh Groupon pada
tahun 2011. Sempat mengemban jabatan Country Director Groupon Indonesia, Jason
akhirnya memutuskan untuk keluar dan meneruskan karier di startup baru.
Ia beralasan, “Passionsaya adalah untuk membangun e-commerce di
Indonesia lebih besar lagi. Sedangkan di Groupon yang sudah menjadi perusahaan
terbuka di Amerika Serikat, mereka lebih fokus mengembangkan profit daripada
membesarkan pasar di Indonesia.”
Memulai karier di
Berrybenka, Jason dan timnya harus mencari sendiri strategi yang tepat untuk
bisa mengembangkan perusahaannya. Mereka memilih model bisnisonline retail yang
mengumpulkan produk-produk dari merchant terpilih, lalu
melaksanakan sendiri semua proses bisnis, mulai pergudangan (warehousing),
penjualan, pembayaran, pengiriman barang, sampai layanan purnajual. Berbagai cara
dilakukan untuk menarik pelanggan baru, seperti memasang iklan di Facebook dan
Google serta melakukan promosi di majalah-majalah perempuan (cetak dan online).
Dalam mendapatkan produk dari merchant, awalnya mereka melakukan direct
approachsatu per satu. “Tapi, setelah nama Berrybenka makin besar, giliran merchant yang
perlahan-lahan menghubungi kami secara langsung,” kata Jason.
Sebesar apakah bisnis Berrybenka saat ini? Jason mengutip riset Tech
in Asiapada April 2015 yang menyebut Berrybenka sebagai situs fashion e-commerce lokal
terbesar di Indonesia dan salah satu best funded fashion e-commerce di
Indonesia. Sejauh ini, Berrybenka telah memperoleh investasi dari East
Ventures, GREE Ventures, dan TransCosmos dengan nilai sedikitnya US$5 juta.
Berrybenka menghimpun lebih dari 1.000 merchant dengan 20 ribu
ragam produk, baik dari merek-merek yang berskala lokal maupun internasional.
Kategori produk mereka sangat bervariasi, antara lain busana, sepatu, tas,
kosmetik, dan aksesori.
Dalam satu tahun terakhir, Berrybenka juga telah merambah ke
produk busana muslimah lewat situs Hijabenka serta produk-produk untuk kaum
adam. “Tapi, kategori yang paling laris masih tetap produk clothing untuk
perempuan,” tukas Jason. Berbicara soal statistik, Berrybenka mencatat satu
juta pelanggan aktif bulanan dengan rata-rata jumlah transaksi mencapai 45 ribu
per bulan. Demografi pelanggan Berrybenka adalah pria dan wanita dengan rentang
umur mayoritas dari 20 hingga 35 tahun, kebanyakan berstatus first jobber (pekerja
pemula) dan mahasiswa. Nilai transaksi rata-rata untuk setiap pelanggan adalah
Rp300.000. “Pada tahun 2014 lalu, Berrybenka telah mengalami pertumbuhan [nilai
transaksi] kurang lebih 250% dibandingkan tahun 2013. Portofolio produk kami
pun berkembang 200% daripada tahun sebelumnya,” ungkap Jason.
Pria pemegang gelar Master di bidang Financial Engineering dari
Columbia University ini menambahkan, sekarang Berrybenka sudah memiliki sekitar
250 karyawan. Gudang mereka terletak di area Bumi Serpong Damai, Tangerang
Selatan, seluas 4.400 meter persegi dengan kapasitas 1,1 juta unit barang.
2.
Kiat Sukses Menembus
Pasar
Jalan panjang telah dilalui Berrybenka untuk mencapai status
sebagai fashion e-commerce lokal nomor wahid di
Indonesia. Di balik layar, Jason membentuk tim yang mengerti tentang dunia fashion perempuan
dan passionate untuk menjalankanmerchandising-nya.
Kebetulan, Claudia Widjaja (salah satu pendiri Berrybenka) merupakan istrinya
sendiri. Sementara itu, kepada pelanggan, kuncinya adalah memberikan pengalaman
berbelanja online yang fun, easy, dan reliable.
Fun dalam arti menawarkan berbagai produk yang mengikuti tren
terkini, ditambah promo-promo yang berbeda setiap hari. Misalnya di sepanjang
akhir Mei 2015, ada diskon sampai 70% untuk semua produk; promo diskon bagi
pengguna kartu kredit; dan penawaran voucher Rp100.000 dengan
penukaran 20 Telkomsel Poin.
Easy diwujudkan dengan menyajikan great customer
experience, meliputi kemudahan akses dan proses transaksi lewat perangkat desktop maupun mobile,
kemudahan pengembalian barang sebelum 30 hari, fasilitas pembayaran Cash On
Delivery (COD) yang digemari masyarakat Indonesia, serta bebas biaya antar
untuk pembelian di atas Rp300.000.
Sementara itu, Reliable ditunjukkan dengan
metode pembayaran yang beragam, aman, dan bisa dipercaya (meliputi transfer
bank, kartu kredit, e-banking, dan COD); layanan konsumen yang
responsif (Senin – Jumat pukul 09.00 – 18.00, Sabtu & Minggu 09.00 – 18.00,
dan sesi live chat Senin – Jumat 09.00 – 18.00), serta
pengantaran barang tepat waktu dengan kemasan premium. “Dalam waktu dekat, kami akan menambah layanan free pick
up service untuk pengembalian produk (di area tertentu), personalisasi
pesanan pelanggan, serta penyediaan aplikasi mobile di iOS dan
Android. Hal ini sesuai komitmen kami untuk menyediakan great customer
experience,” kata Jason.
Mereka juga mengamati dan menganalisis tren serta gaya personal
yang diminati para pelanggannya. Dari pengamatan ini, mereka menemukan bahwa
kebanyakan perempuan di Indonesia lebih menyukai fashion item
yang klasik dan dapat digunakan dari waktu ke waktu. Mereka pun lebih gemar
busana yang mudah dipadupadankan sehingga dapat digunakan dalam berbagai
kesempatan, baik ke kantor, kampus, maupun berakhir pekan.
“Terinspirasi dari selera pelanggan, tim kreatif dan desainer
kami mengembangkan koleksi eksklusif in-house label Berrybenka
guna memberikan pilihan yang lebih beragam dan berkualitas, yang dapat disesuaikan
dengan personal style para pelanggan,” ujar Jason. Proses
produksi busana dengan label sendiri ini ditangani secara internal bersama lima
penjahit binaan Berrybenka. Untuk mempromosikan koleksi busana in-house
label ini, Berrybenka bekerjasama dengan tiga aktris
Indonesia yang merepresentasikan karakter kuat, penuh percaya diri, dan
inspiratif. Mereka adalah Jessica Mila, Marsha Timothy, dan Raline Shah.
Kolaborasi ini dikembangkan dengan arahan kreatif yang mendetail dari ketiga
bintang, sesuai dengan gaya personal mereka.
Jessica
Mila mewakili perempuan muda yang manis, ceria, dan dinamis. Marsha
Timothy merepresentasikan sosok ibu muda aktif dengan karakter feminin, elegan,
dan klasik. Sedangkan Raline Shah merupakan individu dengan gaya personal
yang chic, unik, dan glamor.
3.
Tantangan Kedepan
Berrybenka
akan mampu bersaing dengan toko fashion online yang lain karena sekarang lewat
smartphone bisa mendownload di playstore atau ios. Tantangan di desa sejatinya tidak hanya soal
infrastruktur, melainkan juga kultur. Contoh, meski punya akses internet di handphone-nya, kebanyakan orang di desa belum tahu cara belanja
online, pemesanan, dan pembayaran plus soal kepercayaan juga tentunya. Tak
hanya di desa soal kepercayaan belanja online ini, di kota besar pun masih
banyak orang yang merasa insecure ketika dihadapkan dengan belanja online. Untuk
membangun kepercayaan pelanggan, Berrybenka sudah memiliki sistem yang menjadi
pembeda utama antara kami dengan perusahaan e-commerce lain.
Semua barang yang kami kirim datang dari warehouse atau
gudang milik kami yang terletak di Taman Tekno Bumi Serpong Damai (BSD).
Pemilihan kurir, saya
juga mengutamakan perusahaan yang sudah memiliki reputasi bagus di mata
masyarakat. Ketepatan waktu pengiriman sangat penting, karena dari situ
pelanggan juga puas. Selain itu, Berrybenka juga lebih fokus di satu
bidang yakni fashion. Fokus difashion justru membuat pelanggan lebih senang
karena di Berrybenka pilihannya jauh lebih banyak. Apalagi, yang namanya fashion tidak
melulu soal baju dan celana, bisa sepatu untuk wanita dan pria, aksesori
pakaian atau aksesori lainnya.
Jumat, 13 November 2015
Psikologi Manajemen
Nama Kelompok :
1. Ajeng Putri Ervya 10513515
2. Alfiyani Cahya Fitri 10513663
3. Khanisa Dara P 19513723
4. Laduni 14513907
5. Rizka Aghnia Budiarti 17513887
POAC (Planning, Organizing, Actuating, and Controlling)
Nama
perusahaan : Melstore JKT
Alamat
: Depok
Town Square lantai G
Bidang
Usaha :
Toko sepatu
Berdiri
Sejak : 2010
Jumlah
Karyawan : 4 karyawan
Cabang : Depok Town
Square lantai UG
Planning
Usaha ini berawal dari online shop.
Pemilik toko mempunyai budget awal sebesar 15 juta yang ia dapat dalam pinjaman
awal kepada temannya. Tetapi modal tersebut kurang dan ia meminjam kembali
kepada temannya sebesar 8 juta untuk pemambahan budgeting awal. Pemilik toko
mempunyai 2 toko yang berada di Depok Town Square dan 4 karyawan. Pemilik toko sangat selective dalam memilih
karyawan dan menurut pemilik toko tersebut dengan 4 karyawan tersebut cukup
efektif dalam mengelola toko tersebut. Pemilik toko mencari karyawan dengan
kriteria yang komunikatif, jujur dan baik terhadap pelanggan. Toko tersebut
untuk 3 sampai 5 tahun kedepan ingin menjadi produsen sepatu dan ingin
memproduksi sendiri barang yang ia jual. Mengedepankan pelayangan dan design
sepatu yang sedang menjadi trend dikalangan anak muda.
Organizing
Bentuk struktur organisasi tersebut
masih kecil. Pemilik toko, Admin, reseller, karyawan. Pemilik toko bertugas
mengatur dan mengawasi toko, karyawan, serta keluar masuknya barang yang dijual
pada toko tersebut. Admin lebih bertugas pada penjualan dalam sosial media
twitter, facebook, dan instagram. Reseller dan karyawan penjualan barang
dilapangan. Penempatan karyawan lebih dilihat dari karakter karyawan tersebut,
dengan cara melakukan interview kemudian melakukan training 1minggu. Pemilihan
karyawan juga dilakukan oleh pemilik toko tersebut.
Actuating
Pengaplikasian visi dan misi toko
tersebut sudah terealisasikan, dapat dilihat dari model sepatu yang mengikuti
perkembangan model terkini. Pemilik toko menilai karyawan dari cara karyawan
bekerja dengan cara melihat keahlian yang dimiliki karyawan dan menempatkan
sesuai dengan keahliannya, jika terjadi kesalahan penempatan pemilik toko
merolling dalam bagian yang berbeda selama beberapa hari, agar dapat dilihat
bagaimana kinerja karyawan tersebut.
Controlling
Dalam pengendalian toko tersebut,
pemilik toko melakukan pengontrolan setiap hari untuk mengecek bagian pembukuan
dan persediaan barang serta kinerja dari karyawannya. Pemilik toko melakukan
audit sebelum karyawan mendapatkan gaji. Penggajian karyawan tidak dilakukan
secara bersamaan hal ini karena pemilik toko mengurangi banyak nya pengeluaran
pada waktu bersamaan. Pemilik toko melihat karyawan saat melayani pelanggan
yang datang ke toko tersebut, yang dilihat dari komunikasi dan cara yang
digunakan untuk menarik pelanggan. Untuk mengontrol stock sepatu, pemilik toko
melihat pembukuan pembelian barang, dilihat desain sepatu apa saja yang habis
stocknya. Kemudian pemilik toko pergi ke distributor untuk mengambil stock yang
habis. Awalnya pemilik toko survei lokasi yang akan diambil selama 3 hari saat
weekdays dan weekend. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah lokasi tersebut
ramai atau tidak.
Senin, 30 Maret 2015
PERKEMBANGAN SEJARAH KESEHATAN MENTAL DAN KONSEP MENTAL BERDASARKAN EMOSI, INTELEKTUAL, SOSIAL, FISIK DAN SPIRITUAL
Konsep sehat menurut
Parkins (1938) adalah suatu keadaan seimbang yang dinamis antara bentuk dan
fungsi tubuh dan berbagai faktor yang berusaha mempengaruhinya. Dan menurut
White (1977), sehat adalah suatu keadaan di mana seseorang pada waktu diperiksa
tidak mempunyai keluhan ataupun tidak terdapat tanda-tanda suatu penyakit dan
kelainan.
WHO pun mengembangkan defenisi tentang sehat. Pada sebuah publikasi WHO tahun 1957, konsep sehat didefenisikan sebagai suatu keadaan dan kualitas dari organ tubuh yang berfungsi secara wajar dengan segala faktor keturunan dan lingkungan yang dimiliki. Sementara konsep WHO tahun 1974, menyebutkan Sehat adalah keadaan sempurna dari fisik, mental, sosial, tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Sementara Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam musyawarah Nasional Ulama tahun 1983 merumuskan kesehatan sebagai ketahanan “jasmaniah, ruhaniyah dan sosial” yang dimiliki manusia sebagai karunia Allah yang wajib disyukuri dengan mengamalkan tuntunannya, dan memelihara serta mengembangkannya.
Menurut Dian Mohammad Anwar dari Foskos Kesweis (Forum Komunikasi dan Studi Kesehatan Jiwa Islami Indonesia), pengertian kesehatan dalam Islam lebih merujuk kepada pengertian yang terkandung dalam kata afiat. Konsep Sehat dan Afiat itu mempunyai makna yang berbeda kendati tak jarang hanya disebut dengan salah satunya, karena masing-masing kata tersebut dapat mewakili makna yang terkandung dalam kata yang tidak disebut. Dalam kamus bahasa arab sehat diartikan sebagai keadaan baik bagi segenap anggota badan dan afiat diartikan sebagai perlindungan Allah SWT untuk hamba-Nya dari segala macam bencana dan tipudaya.
WHO pun mengembangkan defenisi tentang sehat. Pada sebuah publikasi WHO tahun 1957, konsep sehat didefenisikan sebagai suatu keadaan dan kualitas dari organ tubuh yang berfungsi secara wajar dengan segala faktor keturunan dan lingkungan yang dimiliki. Sementara konsep WHO tahun 1974, menyebutkan Sehat adalah keadaan sempurna dari fisik, mental, sosial, tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Sementara Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam musyawarah Nasional Ulama tahun 1983 merumuskan kesehatan sebagai ketahanan “jasmaniah, ruhaniyah dan sosial” yang dimiliki manusia sebagai karunia Allah yang wajib disyukuri dengan mengamalkan tuntunannya, dan memelihara serta mengembangkannya.
Menurut Dian Mohammad Anwar dari Foskos Kesweis (Forum Komunikasi dan Studi Kesehatan Jiwa Islami Indonesia), pengertian kesehatan dalam Islam lebih merujuk kepada pengertian yang terkandung dalam kata afiat. Konsep Sehat dan Afiat itu mempunyai makna yang berbeda kendati tak jarang hanya disebut dengan salah satunya, karena masing-masing kata tersebut dapat mewakili makna yang terkandung dalam kata yang tidak disebut. Dalam kamus bahasa arab sehat diartikan sebagai keadaan baik bagi segenap anggota badan dan afiat diartikan sebagai perlindungan Allah SWT untuk hamba-Nya dari segala macam bencana dan tipudaya.
Kesehatan bersifat menyeluruh dan
mengandung empat aspek. Perwujudan dari masing-masing aspek tersebut
dalam kesehatan seseorang antara lain sebagai berikut :
1. Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa
dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak
tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak berfungsi normal
atau tidak mengalami gangguan .
2. Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen, yakni pikiran,
emosional, dan Spiritual :
• Pikiran
sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.
• Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk
mengekspresikan emosinya,hal yang begitu saja terjadi dalam hidup kita.
Misalnya bila kita mepunyai perasaan marah, takut, sedih, senang,
benci cinta, antusias, bosan dll sebagai akibat dari peristiwa yang
terjadi pada kita.Munurut Daniel Golemen, emosi merujuk
pada suatu perasaan dan pikiran-pikiran khasnya, suatu keadaan biologis dan
psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak.
• Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan
rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam
fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa. Misalnya sehat spiritual dapat dilihat
dari praktik keagamaan seseorang. Dengan perkataan lain, sehat spiritual adalah
keadaan dimana seseorang menjalankan ibadah dan
semua aturan – aturan agama yang dianutnya .
3.Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan
dengan orang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan
ras, suku, agama atau kepercayan, status sosial,ekonomi,politik dan
sebagainya serta saling toleran dan menghargai .
Kesehatan sosial adalah suatu keadaan dimana seseorang dapat
berinteraksi dengan orang lain di lingkungan sekitarnya, sehingga mampu untuk
hidup bersama dengan masyarakat lingkungannya.
4. Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat bila seseorang
(dewasa) produktif, dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu
yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara
finansial. Bagi mereka yang belum dewasa (siswa atau mahasiswa) dan usia lanjut
(pensiunan), dengan sendirinya batasan ini tidak berlaku. Oleh sebab itu, bagi
kelompok tersebut, yang berlaku adalah produktif secara sosial, yakni mempunyai
kegiatan yang berguna bagi kehidupan mereka nanti, misalnya berprestasi bagi
siswa atau mahasiswa, dan kegiatan sosial, keagamaan, atau pelayanan
kemasyarakatan lainnya bagi usia lanjut.
5.Kesehatan intelektual adalah suatu dimana seseorang mampu
mengendalikan kecerdasannya untuk berfikir, berfikir baik maupun
buruk. kesehatan intelektual sebagai istilah yang menggambarkan
kecerdasan, kepintaran, ataupun memecahkan problem yang di hadapi.
6. Kesehatan fisik adalah suatu keadaan dimana bentuk fisik dan fungsinya
tidak ada gangguan sehingga memungkinkan perkembangan psikologi dan
sosial dpat melakukan kegiatan sehari -hari dalam kondisi
yang baik atau optimal.Dalam pengertian yang paling luas sehat
merupakan suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan
perubahan-perubahan lingkungan internal (psikologis, intelektual, spiritual dan
penyakit) dan eksternal (lingkungan fisik, social, dan ekonomi)dalam
mempertahankan kesehatannya.
Konsep-konsep kesehatan dikembangkan berdasarkan :
Dimensi Emosional
Menurut Goleman emosional merupakan hasil campur dari rasa takut, gelisah,
marah, sedih dan senang.
Dimensi Intelektual
Memecahkan masalah dengan pikiran yang
tenang, yang dapat memecahkan masalah tersebut. Misalnya ,berhenti sejenak dan
memijit pada bagian kaki yang keseleo saat bermain futsal.
Dimensi Fisik
Suatu kondisi tubuh yang di
haruskan dengan kondisi tubuh sehat.
Dimensi Sosial
Seseorang dapat melakukan perannya dalam lingkup yang lebih besar dan dapat
berinteraksi dengan baik
Dimensi Spiritual
Spiritual merupakan kehidupan kerohanian. Dengan menyerahkan diri dengan
bersujud dengan kepercayaan agama masing-masing. Misalnya , ketika di diagnosa
menderita penyakit kronis , adakalanya selalu memohon dan meminta kesembuhan
kepada Allah swt.
Kesimpulan: Kesehatan adalah sesuatu kondisi
normal yang sangat berguna bagi kita semua, karena kesehatan adalah
modal dasar bagi setiap orang untuk melakukan
segala aktivitas dengan baik dan
maksimal. Siapa yang tidak tahu dan kenal dengan kata itu. Semua orang
selalu menanamkan kata itu kedalam kehidupannya, mulai dari bayi, anak-anak,
remaja hingga orang dewasa, namun tidak hanya memilikinya , tapi harus di
terapkan.
Sumber :
2. http://restiewidyasputri.blogspot.com/2013/03/tugas-1-tentang-konsep-kesehatan.html
Minggu, 15 Maret 2015
ANALISIS KASUS TEORI BEHAVIORISTIK
KASUS
Aprilia Dwi
Lestari merupakan salah satu siswa yang baru saja beranjak dari SMP menuju SMA.
Ia masuk ke sekolah ternama di Tuban, yaitu SMA N 1 TUBAN. Padahal ia berasal
dari keluarga yang tergolong menengah ke bawah. Awalnya orang tua April tidak
memperbolehkannya masuk ke sekolah tersebut karena takut tidak mampu untuk
membayar hingga lulus nanti. Namun, April terus memaksa sehingga orang tuanya
mengizinkan.
Setelah
beberapa lama berada disekolah itu, ia merasa mendapat deskriminasi dari
teman-temannya. Ia diejek karena berasal dari keluarga yang tidak mampu.
Bahkan, teman-temannya senang sekali menjahili April. Sedikit demi sedikit,
April mulai merasa dikucilkan. Awalnya, ia tidak terpengaruh dan tetap
berprilaku biasa. Namun, lama-kelamaan ia mulai merasa muak dengan keadaan yang
ada. Perilaku teman-temannya mulai membuat April tidak fokus, dan prestasi
belajarnya mulai menurun. Ini membuat April selalu stress dan merubah dirinya
menjadi siswa yang amat nakal. Di kelas April selalu duduk paling belakang,
suka membuat gaduh, tidak memperhatikan materi yang disampaikan guru,
bermain-main HP, dan terkadang sampai tertidur. Di rumah pun ia berperilaku
yang sama. Dia tidak menghiraukan nasehat orang tuannya yang menyuruhnya
belajar. Dia suka keluyuran tidak jelas. April menjadi malas belajar, tidak
pernah mengerjakan tugas. Suatu saat guru memberikan ulangan mendadak, ia
mengerjakan sebisanya dan akhirnya mendapat nilai yang paling bawah. Saat guru
tersebut bertanya mengenai materi minggu lalu, ia tidak pernah bisa menjawab.
Mengetahui hal itu, April tetap tenang dan sama sekali tidak merubah
kebiasaannya. Kurangnya ketegasan, bimbingan, motivasi, dan perhatian seorang
guru dan orang tua dalam menyikapi anak didiknya yang bermasalah bisa
menjadikan siswa menjadi nakal dan kurang bisa menghargai guru saat KBM
berlangsung.
TEORI
Aliran humanistik muncul pada
pertengahan abad ke-20 sebagai reaksi terhadap teori psikodinamik dan
behavioristik. Para teoritikus humanistik, seperti Carl Rogers dan Abraham
Maslow meyakini bahwa tingkah laku manusia tidak dapat dijelaskan sebagai hasil
dari konflik-konflik yang tidak disadari maupun sebagai hasil pengondisian yang
sederhana. Teori ini menyiratkan penolakan terhadap pendapat bahwa tingkah laku
manusia semata-mata ditentukan oleh faktor di luar dirinya. Sebaliknya, teori
ini melihat manusia sebagai aktor dalam drama kehidupan.
Aliran humanistik menolak dan menentang pada aliran
psikodinamik dan behavioristik karena bagi aliran humanistik memandang bahwa
aliran behavouristik dan psikodinamik, telah merendahkan jati diri manusia yang
dianggap robot yang mudah dikondisikan perilakunya. Dan aliran humanistik juga menganggap bahwa aliran behavioristik
dan psikodinamik itu bersikap pesimis terhadap kodrat manusia dan menganggap
bahwa manusia tidak memiliki sikap jati diri. Aliran humanistik malah
menganggap sebaliknya dengan sikap optimisnya dan menganggap bahwa potensi yang
terdapat dalam diri manusia itu merupakan sumber utama.
Humanistik merupakan perspektif ketiga dalam
konseling. Pada area di dalamnya, Rogers mempertanyakan validitas keyakinan
yang banyak dipegang oleh konselor yaitu dalam proses konseling, konselor
adalah orang yang paling mengetahui.
Maksudnya, pada dasarnya manusia itu dapat dipercaya
dan setiap manusia itu memiliki potensi, dan di dalam potensi tersebut manusia
dapat memahami dirinya sendiri dan dapat mengatasi masalahnya. Bahkan manusia
memiliki potensi untuk lebih mengembangkan dirinya, walaupun tanpa bantuan
langsung konselor.
Dalam teori humanistik, pada dasarnya manusia
memiliki potensi yang baik, baik dari imajinasi, kreativitas, daya analisis,
tanggung jawab, aktualisasi diri, pengembangan pribadi, kebebasan berkehendak,
humor, makna hidup dan lainnya. Humanistik juga menunjukkan bahwa manusia itu
makhluk yang sadar dan mandiri. Dan setiap manusia itu memiliki kecenderungan
untuk berjuang menjadi apa yang mereka inginkan.
A. Pandangan teori Rogers
Rogers mengidentifikasikan studi
mengenai diri sebagai sesuatu yang diperlukan kebanyakan orang awam dari
psikologi. Rogers juga menentukan cara manusia seharusnya bersikap, yaitu
individual dan berusaha keras, dengan istilah-istilah yang sangat terikat
dengan kebudayaan.
Maksudnya ialah peranan guru
dalam kegiatan belajar siswa menurut pandangan teori humanistik sebagai
fasilitator yang berperan aktif dalam menciptakan iklim kelas yang kondusif,
memperjelas tujuan belajar, membantu siswa untuk memanfaatkan cita-cita mereka
sebagai kekuatan pendorong belajar, menyediakan sumber belajar kepada siswa, dan
menerima pertanyaan dan pendapat, serta perasaan dari berbagai siswa
sebagaimana adanya.
B. Pandangan teori Abraham Maslow
Maslow mengembangkan teori
motivasi manusia yang tujuannya menjelaskan segala jenis kebutuhan manusia dan
mengurutkannya menurut tingkat prioritas manusia dalam pemenuhan. Berikut ini
hirarki kebutuhan menurut maslow.
Penjelasan dari gambar diatas
ialah dimulai dari kebutuhan fisiologis, fisioligis merupakan kebutuhan utama
setiap orang seperti makan, minum, tempat tinggal dan kehangatan. Apabila
kebutuhan fisiologis tidak terpenuhi, maka kebutuhan diatasnya (kebutuhan rasa
aman) tidak bisa terpenuhi. Jadi, kebutuhan fisiologis harus dapat dipenuhi
supaya mendapatkan rasa aman. Dan ketika sudah merasa aman, maka akan terpenuhi
atau yang terpeting kebutuhan berikutnya yaitu kebutuhan sosial. Ketika
kebutuhan sosial sudah terpenuhi maka yang terpenting adalah kebutuhan untuk
dihargai. Kemudian perhatian kita beralih pada pemenuhan kebutuhan intelektual.
Maka berlanjut pada kebutuhan diatasnya yaitu kebutuhan estetis seperti,
kerapian, kebersihan, keindahan dan keseimbangan. Dan yang terakhir dalam
kebutuhan manusia adalah kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri, seperti
pemenuhan pribadi dan mencapai pontensi yang dimiliki. Kebutuhan ini melibatkan
keinginan yang terus-menerus untuk memenuhi potensi, untuk menjadi semua yang
kita bisa.
C. Kontribusi dan keterbatasan teori
pendekatan humanistik
Kontribusinya, teori humanistik
muncul sebagai pemberontakan terhadap psikologi perilaku dan psikodinamika.
Aliran humanistik mengingatkan kita akan pentingnya pengalaman manusia sebagai
individu dalam aspek-aspek penting dalam pengalaman manusia, dan humanistik
menyediakan model konseling yang sederhana dan efektif.
Keterbatasan teori ini telah
menghasilkan teori dan gagasan yang sangat sukar diuji dengan penelitian
ilmiah, karena pokok permasalahan dalam pengalaman pribadi manusia. Kemudian
banyak gagasan humanistik yang terkait dengan kebudayaan dan tidak mudah
diterapkan.
Dengan adanya kontribusi tersebut
maka dalam suasana pembelajaran dapat saling menghargai dengan adanya kebebasan
berpendapat dan kebebasan mengungkapkan gagasan. Selalu mengedepankan akan
hal-hal yang bernuansa demokratis dan partisipatif-dialogis. Tentunya bersifat
pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan sikap dan analisis terhadap
fenomena sosial. Dan dalam pendidikan, indikator dari keberhasilan aplikasi ini
adalah siswa merasa senang dan bergairah, berinisiatif dalam belajar dan
terjadi perubahan pola pikir, perilaku dan sikap atas kemauan sendiri
Keterbatasan dalam pandangan
teori humanistik ini sama artinya dengan mengalami pembiasan terhadap nilai
individualistis. Peserta didik sebagian tentunya mengalami kesulitan dalam
mengenal diri dan potensi-potensi yang ada pada diri meraka.
ANALISIS
Menurut saya pemecahan studi kasus
yang dialami siswa yang bernama Aprilia Dwi Lestari ini cocok menggunakan Teori
Behavioristik, yaitu sebuah teori yang segala sesuatunya dibiasakan sehingga
menjadi suatu kebiasaan. Jika saya menjadi guru April, maka saya akan mendekati
dia (memberikan perhatian khusus), tetapi hal itu tidak diperlihatkan kepada
siswa yang lain. Menegur siswa-siswa yang suka mengejek, dan suka mengucilkan.
Memberikan bimbingan melalui diskusi-diskusi kecil di dalam kelas (diskuzi
zigsaw), mencoba untuk mengungkapkan pendapat satu sama lain, menukar informasi
dengan anggota kelompoknya. Selain itu, diawal dan akhir pertemuan selalu
diadakan pengulangan materi yang berupa pertanyaan-pertanyaan atau kuis kepada
masing-masing siswa, sehingga materi yang disampaikan pada saat itu maupun
minggu lalu benar-benar bisa diterima dan tidak hanya pada shot term memory,
tetapi juga sampai pada long term memory. Jika siswa tidak bisa menjawab, maka
akan ada hukuman berupa berdiri di depan kelas, menyanyi, bahkan diberikan
tugas khusus. Bersedia atau tidak, peserta didik akan belajar agar tidak
mendapat hukuman. Tanpa disuruh belajarpun, mereka akan tetap belajar karena
takut dihukum. Inilah teori behavioristik bahwa segala sesuatu harus
dipaksakan. Pihak keluarga khususnya orang tua lebih memperhatikan anaknya,
seorang anak dipaksakan untuk belajar. Jika tidak bersedia, maka uang jajan
akan dikurangi. Dengan demikian, adanya paksaan-paksaan akan menjadikan suatu
kebiasaan pada diri siswa.
Sumber :
1. http://suryanaintan.blogspot.com/2013/04/studi-kasus-beserta-pemecahannya.html
2. Jess dan Gregory Feist. 2010. Teori Kepribadian theories of Personality. Jakarta: Salemba Humanika
Sumber :
1. http://suryanaintan.blogspot.com/2013/04/studi-kasus-beserta-pemecahannya.html
2. Jess dan Gregory Feist. 2010. Teori Kepribadian theories of Personality. Jakarta: Salemba Humanika
Langganan:
Postingan (Atom)




